Selasa, 26 November 2019

ROKOK MEMBUNUHMU DAN MENGURAS ISI DOMPETMU


1.        Defenisi Rokok


                                   sumber gambar :
Rokok adalah produk tembakau yang dibakar dan dihisap atau dihirup asapnya, baik rokok kretek, rokok putih, rokok cerutu atau bentuk lainnya yang dihasilkan dari tanaman Nicotiana tabacum, Nicotiana rustica, dan spesies lainnya yang asapnya mengandung nikotin dan tar dengan atau tanpa bahan tambahan
 ( PP RI No. 109, 2012) .
Merokok adalah membakar tembakau yang kemudian dihisap asapnya, baik dengan menggunakan rokok ataupun menggunakan pipa (Anggraeni, 2011). Jumlah rata-rata rokok yang dihisap sehari dikalikan dengan lama merokok dalam tahun dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
a.       Ringan : 0-200
b.      Sedang : 201-600
c.       Berat :> 600
Sementara itu seseorang dikatakan bukan perokok yaitu apabila tidak pernah sekali merokok satu batang ( Syamsuddin, 2015).
Panas dan akumulasi produk-produk hasil pembakaran rokok merupakan iritan lokal yang dapat mempengaruhi  responsi inflamasi gingival terhadap plak, rusaknya jaringan pendukung gigi, dan penyembuhan luka pasca perawatan. Perubahan-perubahan dalam rongga mulut seorang perokok dapat berupa :
a.         Endapan kecoklatan  tar dan pewarnaan  struktur gigi.
b.        Pewarnaan  keabu-abuan yang menyebar (difusi) dan leukoplak di Gingiva.
c.         Smoker’s palate yang ditandai dengan penonjolan kelenjar mukosa disertai inflamasi disekitar muara dan eritema yang difus atau gambaran permukaan palatum seperti krikil (Megananda Hiranya Putri, 2011). 
Secara umum dikenal tiga aspek dari merokok, yaitu :
a.         Ketagihan secara fisik atau kimia, yaitu ketagihan terhadap nikotin.
b.        Automatic habit, berupa kebiasaan dalam merokok, ritual habit seperti membuka bungkus rokok, menyalakannya, menghisapnya dalam-dalam, merokok sehabis makan, merokok sambil minum kopi dan lain-lain.
c.         Ketergantungan secara psikologis atau emosional yaitu kebiasaan menggunakan rokok dalam mengatasi masalah yang bersifat negatif, seperti rasa gelisah, kalut atau frustasi.
2.        Zat Berbahaya dalam komponen rokok
Caldwell (2009) berpendapat bahwa asap rokok mengandung sekitar 4000 bahan kimia. Secara umum komponen rokok dibagi menjadi dua yaitu :
1.        Komponen gas
Komponen gas adalah bagian yang dapat melewati filter yang terdapat didalam asap rokok antara lain: lutidin, rubidin, formalin, asam karbolik, metalimin, akreolin, colidin, viridin, arsen, asam formik, nikotin, hidrogen sulfida, pirel, furfurol, benzopiren, metil alkohol, asam hidrosianik, korodin, amonia, metana, karbonmonoksida, dan piridin. Benzopiren dan lutidin berasal dari tar tembakau yang dapat menyebabkan kanker. Colidin menyebabkan kelumpuhan dan lambat laun mengakibatkan kematian. Asam karbolik dan asam hidrosianik, keduanya merupakan racun yang berbahaya. Asam hidrosianik sangat populer digunakan para penulis cerita detektif. Racun tersebut mampu membunuh dalam hitungan menit.





                                                             sumber gambar

Metil alkohol menimbulkan kebutaan, sementara karbon monoksida mengikat oksigen didalam darah, sehingga darah tidak bisa menyuplai oksigen keseluruh jaringan tubuh.
Formalin sering digunakan untuk membalsem mayat. Sementara arsenik adalah sejenis racun yang digunakan untuk membunuh tikus. Kandungan arsenik didalam tembakau ternyata 50 kali lebih besar dari jumlah yang diizinkan secara legal.
2.        Komponen padat
Komponen padat adalah bagian yang tertinggal pada filter berupa nikotin dan tar. Nikotin merupakan bahan adiktif yang menimbulkan ketergantungan atau kecanduan. Perokok yang kecanduan nikotin tidak dapat beradaptasi dengan semakin meningkatnya konsumsi perokok. Tar adalah kumpulan beribu-ribu bahan kimia yang terdapat dalam rokok. Tar bersifat karsinogen penyebab kanker.

Menurut Ellisabet (2010), berpendapat bahwa nikotin merupakan senyawa kimia yang secara alami ditemukan pada tembakau, merupakan senyawa yang sangat adiktif bahkan sama adiktifnya dengan heroin dan kokain. Nikotin memproduksi perasaan senang yang membuat para perokok ingin terus menerus merokok. Tar merupakan bahan kimia yang menjadi penyebab noda kuning kecoklatan pada kuku dan gigi para perokok. Selain itu tar juga dapat membuat flek pada paru-paru. Tar akan menyelimuti cillia (rambut getar pada trakea) yang bertugas melindungi dan membersihkan paru-paru sehingga cillia tidak dapat berfungsi optimal bahkan lumpuh sama sekali (Denny ermawati, 2015).
3.        Klasifikasi Perokok
Membagi perokok atas tiga kategori yaitu :
a.         Perokok adalah seorang yang belum pernah mencoba merokok sama sekali.
b.        Eksperimen adalah seseorang yang telah mencoba merokok tetapi tidak menjadikannya sebagai suatu kebiasaan.
c.         Perokok tetap atau perokok reguler adalah seseorang yang teratur merokok baik dalam hitungan mingguan atau dengan intensitas yang lebih tinggi.
Berdasarkan kemampuannya menghisap rokok dalam sehari, perokok dapat   dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu :
a.         Perokok ringan yaitu perokok yang mengonsumsi rokok kurang dari 10 batang per hari.
b.        Perokok sedang yaitu perokok yang mengonsumsi 10-20 batang rokok per-hari.
c.         Perokok berat yaitu perokok yang mengonsumsi lebih dari 20 batang rokok perhari (Alamsyah, 2016).
4.        Mekanisme merokok
Asap yang dihembuskan pada saat merokok dibedakan atas : asap utama (main stream smoke) dan asap samping (side stream smoke). Asap utama merupakan bagian asap tembakau yang dihirup langsung oleh perokok, sedangkan asap samping merupakan asap tembakau yang disebar ke udara bebas dan dapat dihirup oleh orang lain yang berada diruang yang sama yang dikenal perokok pasif
(Denny Ermawati, 2015).
1.        Jenis-jenis Rokok
Ada dua jenis produk rokok di Indonesia yaitu rokok putih dan rokok kretek rokok kretek, yaitu :
1)        rokok kretek, yakni rokok yang memiliki ciri khas adanya campuran cengkeh pada tembakau rajangan yang menghasilkan bunyi kretek-kretek ketika dihisap (Anonymous, 2001), berdasarkan cara pembuatannya rokok kretek dapat dibedakan menjadi sigaret kretek tangan (SKT) yaitu rokok kretek yang dibuat menggunakan tangan (Susanto, 2001), dan sigaret kretek mesin (SKM) yang berawal ketika pabrik rokok Bentoel menggunakan mesin karena kekurangan tenaga pelinting (Susanto, 2001).
2)        rokok putih, adalah rokok dengan atau tanpa filter menggunakan tembakau virginia iris atau tembakau lainnya tanpa menggunakan cengkeh, digulung dengan kertas sigaret dan boleh menggunakan bahan tambahan kecuali yang tidak diijinkan berdasarkan ketentuan Pemerintah RI (Anonymous, 1999).
3)        cerutu, adalah produk dari tembakau tertentu berbentuk seperti rokok dengan bagian pembalut luarnya berupa lembaran daun tembakau dan bagaian isisnya campuran serpihan tembakau tanpa penambahan bahan lainnya. Tembakau tertentu berbentuk seperti rokok dengan bagian pembalut luarnya berupa lembaran daun tembakau dan bagaian isisnya campuran serpihan tembakau tanpa penambahan bahan lainnya.
2.        Pengaruh rokok pada kesehatan gigi dan mulut
Jumlah karang gigi pada perokok cenderung lebih banyak dari pada yang bukan perokok. Rokok menigkatkan risiko penyakit yang berhubungan dengan gigi dan gusi, yakni menimbulkan gusi berdarah, gusi bengkak, bau mulut, gigi tanggal hingga kanker oral. Gigi dapat berubah warna karena efek tembakau. Asam lambung juga turut meningkat seiring dengan menigkatnya keasaman mulut sehingga para perokok sering terserang penyakit mag (Denny Ermawati, 2015).

 3.       Penyakit yang berkaitan dengan akibat rokok
a.         Penyakit jantung
Bahaya yang sering bagi para perokok adalah adanya penyakit jantung. Insiden serangan penyakit jantung lebih banyak dibandingkan penyakit kanker paru-paru akibat rokok.
b.        Penyakit paru
Akibat asap rokok yang masuk saluran napas menimbulkan rangsangan jalan napas, jalan napas dirangsang setiap hari dengan bahan beracun memicu timbulnya kanker paru-paru.
c.         Emphisema paru
Perokok berat menahun akan mengalami emphisema. Paru-paru akan kehilangan elastisitasnya, sehingga sulit mengeluarkan kotoran tandanya adalah sesak napas, baik pagi dan malam hari.
d.        Impotensi
Peredaran bahan nikotin menyebar keseluruh tubuh termaksud kealat reproduksi laki-laki. Pengaruhnya adalah akan mengganggu proses pembuatan sel bibit lelaki selain menyebabkan disfungsi ereksi dan akibatnya menimbulkan peristiwa impotensi (Alamsyah, 2009).

DAFTAR PUSTAKA

Anggraeni N dan Siti RI, 2011. Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja dan Dukungan Orang Tua dengan Kejadian Merokok pada Remaja Usia 13-15 tahun di SMP Negeri 1 Sampang. Jurnal ilmu Kebidanan dan Kandungan Vol. 4 (No.2)
 Alamsyah, R.M., 2009, Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebiasaan Merokok dan hubungannya dengan status Penyakit Periodontal Remaja di Kota Medan, Tesis, Univ. Sumatra Utara.
Syamsuddin, 2014. Asap Rokok dan Ruangan Ber-Ac. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis . Vol.4 (No.2): Hal 138.

Senin, 18 November 2019

GINGIVA


1.      PENGERTIAN GUSI



Hasil gambar untuk gambar gusi sehat dan gusi tidak sehat
                           Sumber Gambar

Gusi atau dikenal dalam bahasa medis lebih di kenal dengan gingivitis adalah jaringan lunak yang menetupi leher gigi atau tulang rahang, baik yang terdapat pada rahang atas maupun rahang bawah. Gusi sendiri merupakan salah satu dari jaringan penyangga gigi.
Gusi tersebut ada yang melekat betul pada tulang rahang, ada yang lepas dari tulang rahang hanya menempel saja pada leher gigi. Bagian ini disebut tepi gusi bebas  ( free marginal ginggiva ). Tepi bebas yang berada dianatara dua gigi yang berdekatan disebut dengan interdental papilla.
2.      CIRI-CIRI GUSI SEHAT.
Tanda-tanda atau ciri-ciri gusi sehat yaitu :
1.      Warnanya merah mudah ( sesuai warna kulit seseorang )
2.      Gusi melekat erat pada tulang rahang
3.      Mempunyai bentuk seperti gigi pisau dan sekitarnya seperti bulan sabit
4.      Tidaka ada rasaa sakit
5.      Tidak ada perdarahan
6.      Tidak bengkak dan apabila terjadi bengkak biasanya warna sangat merah dan mudah terjadi perdarahan.
3.      PENYAKIT-PENYAKIT YANG DISEBABKAN OLEH GUSI YANG TIDAK SEHAT.
Apabila gusi anda tidak tampak seperti ciri-ciri di atas segeralah periksakan dan ketahui apa penyebab. Sebab, ada beberapa penyakit yang biasanya menjangkit gusi. Penyakit tersebut antara lain:
1.      Ginggivitis
Yaitu peradangan yang disebabkan oleh plak yang terbentuk sekitar gusi. Jika pembersihan gigi yang dilakukan setiap hari tak mampu membersihkan dan mengangkat plak yang terbentuk, hal itu bisa memproduksi racunyang bisa menyebabkan iritasi pada lapisan luar gusi dan timbullah gingivitis.
2.      Periodontitis
Pada tahap ini, tulang penyangga gigi dan jaringan yang menyangga gigi di tempay yang terinfeksi tersebut sudah mulai mengalami “kerusakan”. Gusi sudah mulai membentuk kantong yang aan menjadi perangkap bagi makanan yang menempel dan plak. Perawatan gigi yng dilakukan secara pribadi dapat mencegah kerusakan lebih lanjut.
3.      Advanced periodontal
Pada tahap ini di sebut dengan periodiditis yang lebih parah dari penyaakiyt gusi lainnya, jaringan dan tulang yang meyangga gigi telah hancur, di mana dapat menyebabkan gigi tanggal  atau gigi tercabut.
4.      Karang gigi ( culculus )
Merupakan plak ternneralisasi ( pembentukkan mineral seperti “ batukarang “ yamg menempel pada permukaan gigi. Berdasarkan lokasinya, karang gigi ada yang disebut pragingiva ( permukaan diatas gusi ) dan subgingiva ( permukaan di bawah gusi ). Karang gigi timbul pada daerah-daerah yang sulit dibersihkan.Karang gigi menjadi tempat melekatnya kuman –kuman dalam mulut .
4.      GEJALA-GEJALA MENGALLAMI MASLAH GUSI.
Jika kita mengalami gejala-gejala seperti di bawah ini segeralah periksakedokter atau kepuskesmas ter dekat :
1.      Gusi berwarna merah dan benggkak
2.      Gusi berdarah selama kita menyikat gigi atau melakukan flossing ( membersihkan gusi menggunakan benang wol )
3.      Gigi tampak lebih panjang, karena gusi tak lagi kuat menyangga
4.      Antara gusi dan gigi mulai ada jarak dan membentuk kantong
5.      Saat menggigit gigi goyang dan gusi terasa sakit
6.      Keluar nanah di anatara gusi dan gigi
7.      Bau nafas kita tak sedap dan mulut selalu merasa tak nyaman.

5.      CARA MENCEGAH  MASALAH GUSI
Cara mencegah agar tidak terjadi penyakit-penyakit gusi sebagai berikut :
1.      Sikat gigi dua kali sehari ( pagi sesudah sarapan dan malam sebelum tidur ). Siikat gigi yang benar jika tidak tahu atau tidak memahami cara menyikat gigi yang benar maka berkonsultasi kedokter atau perawat gigi.
2.      Bersihkkan dengan benang halus setiap hari. Dengan membersihkan sisa-sisa makanan yang ada di sela-sela gigi atau gusi ( jangan menggunaakan tusuk gigi karena dapat membuat jarak gusi dan gigi )
3.      Makan, makanan yang bergizi makanan yang bergizi yaitu termaksud yang mengaandung vitamin C dan kalsium. Kedua zat ini sangat berguna untuk mengaja kesehatan gigi dan gusi.
4.      Minum cukup air. Minuman air yang vcukup setelah makan akan membantu membersihkan sisa-sisa makanan pada gusi dan gusi. Hal ini tentu mengurangi jumlh bakteri yang tinggal di sela-sela gigi atau pun gusi.
5.      Bberhenti merokok, karena rokok tidak baaik bagi keehatan gigi dan gusi.
6.      Hindari makanan yyang terlalu panaas dan dingin. Makanan yang terlalu panas dan terlalu dingin dapat merusak kesehatan gigi dan gusi.
7.      Relaksasi, jika stress, penyakit apapun dapat timbul dan muncu dengan cepat termaksud penyakit paada gigi daan gusi . hal ini di karenakan peningkatan hormon stress yaitu kortisol. Hormon ini akan mengacaukan sistem hormon tubuh dan memancing beberpa penyakit berbahaya.


Manajemen Kesehatan


1.             KONSEP MANAJEMEN KESEHATAN
Dalam kegiatan atau pelayanan kesehatan masyarakat memerlukan pengaturan yang baik, agar tujuan tiap kegiatan atau program itu tercapai dengan baik.  Proses pengaturan kegiatan ilmiah atau ilmu seni tentang bagaimana menggunakan sumber daya secara efisien dan efektif serta rasional untuk mencapai tujuan ini disebut manajemen  , sedangkan untuk mengatur kegiatan – kegiatan aau pelayanan kesehatan masyarakat disebut “ Manajemen Pelayanan Kesehatan Masyarakat “ .
Sebagaian orang masih rancu dengan pengertian manajemen, kebanyakan masih menyatakan bahwa proses pengaturan kegiatan untuk mencapai tujuan ini disebut “Administrasi”.   “Manajemen ialah seni tentang bagaiman menggunakan sumber daya secara efisien dan efektif serta rasional untuk mencapai tujuan. Administrasi sendiri ialah ilmu dan seni yang mempelajari kerjasama kelompok orang dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan .  Bedanya dengan manajemen adalah Manjemen sebai proses sosial dan organisasi sebagai system sosial ( Marry Parket Follet)

 


                                                              Sumber Gambar


A.           Pengertian manajemen kesehatan
Manajemen berasal dari bahasa romawi kuno dengan dasar manage atau managiare yang berarti belajar melangkahkan kaki. Dalam bahasa inggris yaitu management dengan asal kata to manage yang berarti mengatur. Di dalam manejemen, proses pengaturan berbagaisumber daya organisasi untuk mencapai tujuan melalui pelaksanaan fungsi-fungsi tertentu.
Manajemen adalah suatu kegiatan untuk mengatur orang lain guna mencapai suatu tujuan atau menyelesaikan pekerjaan.” Apabila batasan ini diterapkan dalam bidang kesehatan masyarakat dapat dikatakan sebagai berikut :“Manajemen kesehatan adalah suatu kegiatan atau suatu seni untuk mengatur para petugas kesehatan dan nonpetugas kesehatan guna meningkatkan kesehatan masyarakat melalui program kesehatan.” Dengan kata lain manajemen kesehatan masyarakat adalah penerapan manajemen umum dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat sehingga yang menjadi objek dan sasaran manajemen adalah sistem pelayanan kesehatan masyarakat.
Manjemen kesehatan adalah suatu proses untuk menggerakkan sumber daya manusia dalam merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengawasi semua kegiatan pelayanan kesehatan dalam organiasi dalam upaya untuk:

1)         Mengetahui adanya persoalan  pelayanan kesehatan
2)         Mendefiniskan persoalan pelayanan kesehatan
3)         Mengumpulkan fakta-fakta yang  terkait dengan pelayanan kesehatan
4)         Data dan informasi yang  timbul dalam pelayanan kesehatan
5)         Menyusun alternatif penyelesaian persoalan pelayanan kesehatan
6)         Mengambil keputusan pelayanan  kesehatan dengan memilih  salah  satu alternatif penyelesaian dan malaksanankan keputusan serta tidak lanjut  untuk mencapai tujuan yang harus di capai.
B.            Pendekatan praktis mempelajari manajemen kesehatan
Dalam mempelajari manajemen kesehatan, kita dapat menggunakan lima pendekatan guna mengkaji fungsi dan unsure manajemen, antara lain :
a.              Management by objective oleh Peter Drucker. (Manajemen dilaksanakan untuk mencapai tujuan organisasi). Penerapan manajemen by objective pada organisasi puskesmas. Salah satu tugas pokok kepala puskesmas adalah mengatur pekerjaan staf yang diperbantukan kepadanya. Kepala puskesmas harus mengerti visi dan misi Puskesmas yang dipimpinnya dan mampu mengajak staf Puskesmas menerjemahkan visi dan misi organisasi dalam rencana strategis puskesmas dan rencana operasional masing – masing program. Seorang pimpinan puskesmas harus menjabarkan secara operasional visi dan misi puskesmas ke dalam kegiatan yang akan dilaksanakan oleh staf puskesmas untuk mencapai tujuan pelayanan puskesmas. Disinilah pentingnya ketrampilan seorang pimpinan merumuskan strategi dan kebijakan pengembangan program sesuai dengan masalah kesehatan masyarakat yang potensial berkembang di wilayah kerjanya. Taf puskesmas harus paham dan terampil merumuskan masalah program yang dihadapi oleh unit kerjanya dan masalah kesehatan masyarakat yang berkembang sesuai dengan bidang dan wilayah binaannya.
b.             Management is how to work with others (manajemen adalah kerja sama untuk mencapa itujuan bersama). Dengan pendekatan ini, fungsi manajemen akan dapat dipelajari dari proses kerja sama yang berkembang antara pimpinan dengan stafnya dalam mencapai tujuan organisasi. Sumber daya lain yang penting adalah dana dan material. Manajemen harus mampu mengelola sumberdaya tersebut untuk mencapai tujuan organisasi. Aplikasi pendekatan ini dibidang kesehatan misalnya : Seorang bidan puskesmas akan mampu memberikan pertolongan persalinan untuk ibu-ibu hamil di wilayah kerjanya jika ibu hamil memilih fasilitas kesehatannya dan dia memiliki staf pembantu bidan yang akan menjaga ibu – ibu selama perawatan masa nifas. Bidan dan staf pembantu bidan adalah SDM penting dalam melaksankan program KIA. Pengembangan tugas Bidan Puskesmas mempunyai arti penting dalam manajemen puskesmas.
c.              Manajemen ditinjau dari aspek perilaku manusia. Manusia sebagai sumber daya utama manajemen selalu akan responsive pada saat berinteraksi dengan orang lain. Manajemen dapat dipelajari melalui perilaku organisasi tersebut. Perilaku organisasi ditentukan oleh upaya kepemimpinan yang mampu membangkitkan motivasi staf. Perilaku organisasi kesehatan memiliki cirri khas sendiri yang berbeda dengan organisasi lain. Misalnya didalam puskesmas, seorang SKM yang menjadi kepala Puskesmas harus mampu memotivasi kinerja dokter, bidan , dan tenaga kesehatan lain yang memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda – beda.
d.             Manajemen sebagai suatu proses Manajemen sebagai proses dapat dipelajari melalui fungsi – fungsi manajemen. Fungsi manajemen meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan penilaian. Dalam manajemen kesehatan, seorang kepala puskesmas harus mampu melaksanakan fungsi – fungsi manajemen dalam melaksanakan program –program kesehatan masyarakat di puskesmas. Manajemen sebagai ilmu terapan. Kepala puskesmas harus memilki wawasan yang cukup luas dan terus mengembangkan diri dengan mempelajari berbagai ilmu yang terkait dengan tugas- tugasnya. Seorang SKM yang menjadi pimpinan organisasi kesehatan harus mampu menghitung persediaan dana, memahami kebijakan anggaran pemerintah dan menghitung pengeluaran biaya kesehatan untuk memelihara kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya.
C.    Ruang Lingkup Manajemen Kesehatan
·         Manajemen personalia (mengurusi SDM).
·         Manajemen keuangan.
·         Manajemen logistik (mengurusi, logistik-obat dan peralatan).
·         Manajemen pelayanan kesehatan dan sistem informasi manajemen (mengurusi pelayanan kesehatan).






D.    Fungsi Manajemen Kesehatan
Fungsi manajemen menurut 4 pakar manajemen ilmiah adalah :
Tokoh
Fungsi manajemen
George Terry
Planning, Organizing, Actuating, Controlling
L. Gullick
Planning, Organizing, Staffing, Directing, Coordinating, Reporting, Budgetting
H. Fayol
Planning, Organizing, Commanding, Coordinating, Controlling
Koonzt O’ Donnel
Planning, Organizing, Staffing, Directing, Controlling

1.    Planning (perencanaan) adalah sebuah proses yang dimulai dengan merumuskan tujuan organisasi sampai dengan menetapkan alternative kegiatan untuk pencapaiannya.
2.    Organizing (pengorganisasian) adalah rangkaian kegiatan menajemen untuk menghimpun semua sumber daya (potensi) yang dimiliki oleh organisasi dan memanfaatkannya secara efisien untuk mencapai tujuan organisasi.
3.    Actuating (directing, commanding, motivating, staffing, coordinating) atau fungsi penggerakan pelaksanaan adalah proses bimbingan kepada staff agar mereka mampu bekerja secara optimal menjalankan tugas-tugas pokoknya sesuai dengan ketrampilan yang telah dimiliki, dan dukungan sumber daya yang tersedia.
4.    Controlling (monitoring) atau pengawasan dan pengendalian (wasdal) adalah proses untuk mengamati secara terus menerus pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana kerja yang sudah disusun dan mengadakan koreksi jika terjadi penyimpangan.

E.            Unsur-unsur manajemen
a.    Manusia (Man)
Pembangun organisasi kehesehatan seperti rumah sakit, Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan terlaksanananya manajemen.
b.    Uang (money)
Uang atau anggran sangat diperlukan sebagai biaya yang  harus dimiliki organisasi untuk melakukan pelayanan kesehatan, mulai dari perizinan, pembangunan rumah sakit, peralatan, pembayaran tenaga kerja dan lain sebagainya.

c.    Bahan baku (material)
Meterial adalah obat-obatan yang digunakan organisasi kesehatan untuk melakukan kegiatan pelayanan kesehatan secara efisien.
d.   Mesin  (machine)
Mesin adalah peralatan yang  digunakan dalam pelayanan kesehatan seperti peralatan untuk perawatan gigi, peralatan untuk persalinan, peralatan radiologi dan sebagainya.
e.    Metode (Method)
Metode adalah cara yang ditempuh untuk melaksanakan sesuatu yang telah dirancang dengan baik sehingga tujuan akan dapat dicapai dengan tepat sesuai dengan perencanaan semula. Metode yang digunakan dalam melaksanakanpelayanan kesehatan dengan berperdoman pada SOP (Standar Operational Procedure).
F.            Tantangan dan masalah kebijakan manajemen kesehatan
Globalisasi merupakan tantangan, masalah, dan sekaligus potensi untuk pembangunan nasional berwawasan kesehatan di masa mendatang. Pengaruh globalisasi, liberalisasi perdagangan, dan pelayanan melalui berbagai kesepakatan internasional akan memengaruhi berbagai aspek penyelenggaraan upaya kesehatan dan memerlukan kesiapan pemerintah beserta masyarakat.
Pemerintah seharusnya melakukan upaya terpadu dalam pembangunan kesehatan supaya masyarakat mendapatkan haknya untuk memperoleh pelayanan kesehatan.
G.           Prinsip-prinsip manajemen kesehatan
Dalam SKN (2004) dikatakan bahwa manajemen kesehatan adalah tatanan yang menghimpun berbagai  upaya administrasi kesehatan yang ditopang oleh pengelolaan data dan informasi, pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pengaturan hukum kesehatan secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Perencanaan diperlukan karena pembangunan lebih besar dari pada sumber daya yang tersedia. Melalui perencanaan ingin dirumuskan kegiantan pembangunan yang secara efesien dan efektif dapat memberi hasil yang optimal dalam memanfaatkan sumber daya yang tersedia dan mengembangkan potensi yang ada.
Proyek-proyek pembangunan harus memuat dengan jelas tujuannya (objective), sasaran yang akan dicapai (target), cara megukur keberhasilannya (performance evaluation), jangka waktu pelaksanaannya, tempat pelaksanaan, cara melaksanakan, kebijaksanaan untuk menjamin proyek itu dapat dilaksanakan, biaya serta tenaga yang diperlukan dan badan yang akan melaksanakan nya.
H.           Kebutuhan pada manajemen kesehatan yang bermutu
Perbaikan mutu pelayanan diutamakan pada peningkatan profesionalisme tenaga kesehatan di samping kinerja dan keadaan fisik institusi. Berbagai teknologi yang digunakan perlu dipilih sehingga memberi manfaat yang optimal sesuai dengan pola pemerintahan masyarakat akan pelayanan kesehatan, situasi setempat, dan daya dukung daerah. Berkaitan hal itu, pengobatan tradisional dan penggunaan obat tradisonal harus dikembangkan.
Dalam upaya pemerataan pelayanan, penekanan diberikan pada pemenuhan tenaga kesehatan yang paling dibutuhkan masyarakat di samping penyediaan berbagai sasaran kesehatan lain yang diperlukan. Secara khusus, pemenuhan tenaga dan sarana kesehatan ini diarahkan untuk meningkatkan potensi desa tertinggal.
Selain itu, peningkatan mutu pelayanan yang didukung kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kedokteran juga diarahkan secara bertahap untuk menjadikan pelayanan medis di indonesia sebagai salah satu pusat rujukan global, baik dalam hal pengobatan modern maupun pengobatan tradisonal. Upaya peningkatan daya saing diarahkan pada mutu tenaga medis dan paramedis, mutu pelayanan rumah sakit khusus, khasiat teknik pengobatan tradisional, mutu manajemen kesehatan masyarakat, dan produk obat-obatan.
I.              Penerapan Manajemen Dibidang Kesehatan
Sehat adalah suatu keadaan yang optimal, baik fisik, mental maupun sosial, dan tidak hanya terbatas pada keadaan bebas dari penyakit atau kelemahan saja. Tujuan sehat yang ingin dicapai oleh sistem kesehatan adalah peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Sesuai dengan tujuan sistem kesehatan tersebut, administrasi (manajemen) kesehatan tidak dapat disamakan dengan administrasi niaga (business adminstration) yang lebih banyak berorientasi pada upaya untuk mencari keuntungan finansial (profit oriented). Administrasi kesehatan lebih tepat digolongkan ke dalam administrasi umum/publik (public administration) oleh karena organisasi kesehatan lebih mementingkan pencapaian kesejahteraan masyarakat umum.
Manajemen kesehatan harus dikembangkan di tiap-tiap organisasi kesehatan di Indonesia seperti Kantor Depkes, Dinas Kesehatan di daerah, Rumah Sakit dan Puskesmas dan jajarannya. Untuk memahami penerapan manajemen kesehatan di RS, Dinas Kesehatan dan Puskesmas perlu dilakukan kajian proses penyusunan rencana tahunan Depkes dan Dinas Kesehatan di daerah. Khusus untuk tingkat Puskesmas, penerapan manajemen dapat dipelajari melalui perencanaan yang disusun setiap lima tahun (micro planning), pembagian dan uraian tugas staf Puskesmas sesuai dengan masing-masing tugas pokoknya.
J.             Jenis-jenis manajemen kesehatan
Manajemen adalah upaya pengelolaan suatu sistem atau entitas dan sumber dayanya dalam rangka mencapai suatu tujuan tertentu. Inti dari upaya ini adalah pengambilan keputusan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa manajemen pada hakikatnya adalah rangkaian dari proses pengambilan keputusan-keputusan.
Dalam bidang kesehatan dikenal adanya paling sedikit dua jenis manajemen, yaitu:
1.        Manajemen Pasien/Klien, yaitu rangkaian proses pengambilan keputusan-keputusan dalam menghadapi masalah kesehatan (penyakit dan lain-lain) yang diderita oleh seseorang, sekelompok orang, atau masyarakat. Tujuannya adalah agar pasien/klien tersebut dapat terhindar atau terbebas dari masalah kesehatan, dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada. Dalam hal ini manajer atau pengambil keputusannya adalah setiap petugas kesehatan yang melayani pasien/klien (disebut petugas fungsional – dokter, perawat, bidan, sanitarian, dan lain-lain), baik yang bertugas di Puskesmas dan jaringannya maupun yang bertugas di Rumah Sakit dan sarana-sarana kesehatan lain.
2.        Manajemen Unit/Organisasi Kesehatan, yaitu rangkaian proses pengambilan keputusan-keputusan dalam menghadapi masalah yang menghambat atau potensial menghambat kinerja unit/organisasi kesehatan. Misalnya masalah tingginya absensi karyawan, masalah kurangnya dana/anggaran, masalah tidak terawatnya peralatan, masalah tingginya kebocoran pendapatan, dan lain-lain. Tujuannya adalah agar unit/organisasi terhindar atau terbebas dari masalah, dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada. Dalam hal ini manajer atau pengambil keputusannya adalah para pimpinan unit/organisasi kesehatan – Menteri Kesehatan dan pejabat terasnya,  Kepala Dinas Kesehatan dan staf intinya, Direksi Rumah Sakit, Kepala Puskesmas, dan lain-lain.
K.           Penerapan manajemen kesehatan di Indonesia
Manajemen adalah ilmu terapan yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai jenis organisasi untuk membantu manajer dalam memecahkan masalah organisasi. Atas dasar pemikiran tersebut, manajemen dapat diterapkan di bidang kesehatan untuk membantu manajer organisasi kesehatan memecahkan masalah kesehatan masyarakat. Tujuan umum sistem kesehatan adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, atau mencapai suatu keadaan sehat bagi individu atau kelompok masyarakat.
Administrasi kesehatan tidak dapat disamakan dengan administrasi niaga yang lebih banyak berorientasi pada upaya untuk mencari keuntungan finansial. Administrasi kesehatan lebih tepat digolongkanke dalam administrasi umum oleh karena organisasi kesehatan lebih mementingkan pencapaian kesejahteraan masyarakat umum.
Manajemen kesehatan harus dikembangkan di tiap –tiap organisasi kesehatan di Indonesia seperti kantor Depkes, Dinas kesehatan di daerah, rumah sakit, dan puskesmas dan jajarannnya. Untuk memahami penerapan manajemen kesehatan di rumah sakit, dinas kesehatan dan di puskesmas memerlukan kajian proses penyusunan rencana tahunan Departemen kesehatan. Khusus untuk tingkat puskesmas penerapan manajemen dapat melalui perencanaan yang disusun setiap lima tahun.
Ruang lingkup manajemen kesehatan meliputi manajemen kegiatan dan sumber daya yang dikelolanya diantaranya manajemen personalia, manajemen keuangan, manajemen logistik manajemen pelayanan kesehatan dan sistem informasi manajemen. Untuk masing – masing bidang tersebut dikembangkan manajemen spesifik sesuai dengan ruang lingkup dan tugas pokoknya. Penerapan manajemen pada unit pelaksana teknis seperti puskesmas dan rumah sakit merupakan upaya untuk memanfaatkan dan mengatur sumber daya yang dimiliki masing – masing unit pelayanan kesehatan untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif, efesien dan rasional.







Perbaikan pelayanan BPJS untuk mendukung program pelayanan kesehatan

                                        Pemerintah menambah kuota Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) yang ditanggung...