Selasa, 26 November 2019

ROKOK MEMBUNUHMU DAN MENGURAS ISI DOMPETMU


1.        Defenisi Rokok


                                   sumber gambar :
Rokok adalah produk tembakau yang dibakar dan dihisap atau dihirup asapnya, baik rokok kretek, rokok putih, rokok cerutu atau bentuk lainnya yang dihasilkan dari tanaman Nicotiana tabacum, Nicotiana rustica, dan spesies lainnya yang asapnya mengandung nikotin dan tar dengan atau tanpa bahan tambahan
 ( PP RI No. 109, 2012) .
Merokok adalah membakar tembakau yang kemudian dihisap asapnya, baik dengan menggunakan rokok ataupun menggunakan pipa (Anggraeni, 2011). Jumlah rata-rata rokok yang dihisap sehari dikalikan dengan lama merokok dalam tahun dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
a.       Ringan : 0-200
b.      Sedang : 201-600
c.       Berat :> 600
Sementara itu seseorang dikatakan bukan perokok yaitu apabila tidak pernah sekali merokok satu batang ( Syamsuddin, 2015).
Panas dan akumulasi produk-produk hasil pembakaran rokok merupakan iritan lokal yang dapat mempengaruhi  responsi inflamasi gingival terhadap plak, rusaknya jaringan pendukung gigi, dan penyembuhan luka pasca perawatan. Perubahan-perubahan dalam rongga mulut seorang perokok dapat berupa :
a.         Endapan kecoklatan  tar dan pewarnaan  struktur gigi.
b.        Pewarnaan  keabu-abuan yang menyebar (difusi) dan leukoplak di Gingiva.
c.         Smoker’s palate yang ditandai dengan penonjolan kelenjar mukosa disertai inflamasi disekitar muara dan eritema yang difus atau gambaran permukaan palatum seperti krikil (Megananda Hiranya Putri, 2011). 
Secara umum dikenal tiga aspek dari merokok, yaitu :
a.         Ketagihan secara fisik atau kimia, yaitu ketagihan terhadap nikotin.
b.        Automatic habit, berupa kebiasaan dalam merokok, ritual habit seperti membuka bungkus rokok, menyalakannya, menghisapnya dalam-dalam, merokok sehabis makan, merokok sambil minum kopi dan lain-lain.
c.         Ketergantungan secara psikologis atau emosional yaitu kebiasaan menggunakan rokok dalam mengatasi masalah yang bersifat negatif, seperti rasa gelisah, kalut atau frustasi.
2.        Zat Berbahaya dalam komponen rokok
Caldwell (2009) berpendapat bahwa asap rokok mengandung sekitar 4000 bahan kimia. Secara umum komponen rokok dibagi menjadi dua yaitu :
1.        Komponen gas
Komponen gas adalah bagian yang dapat melewati filter yang terdapat didalam asap rokok antara lain: lutidin, rubidin, formalin, asam karbolik, metalimin, akreolin, colidin, viridin, arsen, asam formik, nikotin, hidrogen sulfida, pirel, furfurol, benzopiren, metil alkohol, asam hidrosianik, korodin, amonia, metana, karbonmonoksida, dan piridin. Benzopiren dan lutidin berasal dari tar tembakau yang dapat menyebabkan kanker. Colidin menyebabkan kelumpuhan dan lambat laun mengakibatkan kematian. Asam karbolik dan asam hidrosianik, keduanya merupakan racun yang berbahaya. Asam hidrosianik sangat populer digunakan para penulis cerita detektif. Racun tersebut mampu membunuh dalam hitungan menit.





                                                             sumber gambar

Metil alkohol menimbulkan kebutaan, sementara karbon monoksida mengikat oksigen didalam darah, sehingga darah tidak bisa menyuplai oksigen keseluruh jaringan tubuh.
Formalin sering digunakan untuk membalsem mayat. Sementara arsenik adalah sejenis racun yang digunakan untuk membunuh tikus. Kandungan arsenik didalam tembakau ternyata 50 kali lebih besar dari jumlah yang diizinkan secara legal.
2.        Komponen padat
Komponen padat adalah bagian yang tertinggal pada filter berupa nikotin dan tar. Nikotin merupakan bahan adiktif yang menimbulkan ketergantungan atau kecanduan. Perokok yang kecanduan nikotin tidak dapat beradaptasi dengan semakin meningkatnya konsumsi perokok. Tar adalah kumpulan beribu-ribu bahan kimia yang terdapat dalam rokok. Tar bersifat karsinogen penyebab kanker.

Menurut Ellisabet (2010), berpendapat bahwa nikotin merupakan senyawa kimia yang secara alami ditemukan pada tembakau, merupakan senyawa yang sangat adiktif bahkan sama adiktifnya dengan heroin dan kokain. Nikotin memproduksi perasaan senang yang membuat para perokok ingin terus menerus merokok. Tar merupakan bahan kimia yang menjadi penyebab noda kuning kecoklatan pada kuku dan gigi para perokok. Selain itu tar juga dapat membuat flek pada paru-paru. Tar akan menyelimuti cillia (rambut getar pada trakea) yang bertugas melindungi dan membersihkan paru-paru sehingga cillia tidak dapat berfungsi optimal bahkan lumpuh sama sekali (Denny ermawati, 2015).
3.        Klasifikasi Perokok
Membagi perokok atas tiga kategori yaitu :
a.         Perokok adalah seorang yang belum pernah mencoba merokok sama sekali.
b.        Eksperimen adalah seseorang yang telah mencoba merokok tetapi tidak menjadikannya sebagai suatu kebiasaan.
c.         Perokok tetap atau perokok reguler adalah seseorang yang teratur merokok baik dalam hitungan mingguan atau dengan intensitas yang lebih tinggi.
Berdasarkan kemampuannya menghisap rokok dalam sehari, perokok dapat   dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu :
a.         Perokok ringan yaitu perokok yang mengonsumsi rokok kurang dari 10 batang per hari.
b.        Perokok sedang yaitu perokok yang mengonsumsi 10-20 batang rokok per-hari.
c.         Perokok berat yaitu perokok yang mengonsumsi lebih dari 20 batang rokok perhari (Alamsyah, 2016).
4.        Mekanisme merokok
Asap yang dihembuskan pada saat merokok dibedakan atas : asap utama (main stream smoke) dan asap samping (side stream smoke). Asap utama merupakan bagian asap tembakau yang dihirup langsung oleh perokok, sedangkan asap samping merupakan asap tembakau yang disebar ke udara bebas dan dapat dihirup oleh orang lain yang berada diruang yang sama yang dikenal perokok pasif
(Denny Ermawati, 2015).
1.        Jenis-jenis Rokok
Ada dua jenis produk rokok di Indonesia yaitu rokok putih dan rokok kretek rokok kretek, yaitu :
1)        rokok kretek, yakni rokok yang memiliki ciri khas adanya campuran cengkeh pada tembakau rajangan yang menghasilkan bunyi kretek-kretek ketika dihisap (Anonymous, 2001), berdasarkan cara pembuatannya rokok kretek dapat dibedakan menjadi sigaret kretek tangan (SKT) yaitu rokok kretek yang dibuat menggunakan tangan (Susanto, 2001), dan sigaret kretek mesin (SKM) yang berawal ketika pabrik rokok Bentoel menggunakan mesin karena kekurangan tenaga pelinting (Susanto, 2001).
2)        rokok putih, adalah rokok dengan atau tanpa filter menggunakan tembakau virginia iris atau tembakau lainnya tanpa menggunakan cengkeh, digulung dengan kertas sigaret dan boleh menggunakan bahan tambahan kecuali yang tidak diijinkan berdasarkan ketentuan Pemerintah RI (Anonymous, 1999).
3)        cerutu, adalah produk dari tembakau tertentu berbentuk seperti rokok dengan bagian pembalut luarnya berupa lembaran daun tembakau dan bagaian isisnya campuran serpihan tembakau tanpa penambahan bahan lainnya. Tembakau tertentu berbentuk seperti rokok dengan bagian pembalut luarnya berupa lembaran daun tembakau dan bagaian isisnya campuran serpihan tembakau tanpa penambahan bahan lainnya.
2.        Pengaruh rokok pada kesehatan gigi dan mulut
Jumlah karang gigi pada perokok cenderung lebih banyak dari pada yang bukan perokok. Rokok menigkatkan risiko penyakit yang berhubungan dengan gigi dan gusi, yakni menimbulkan gusi berdarah, gusi bengkak, bau mulut, gigi tanggal hingga kanker oral. Gigi dapat berubah warna karena efek tembakau. Asam lambung juga turut meningkat seiring dengan menigkatnya keasaman mulut sehingga para perokok sering terserang penyakit mag (Denny Ermawati, 2015).

 3.       Penyakit yang berkaitan dengan akibat rokok
a.         Penyakit jantung
Bahaya yang sering bagi para perokok adalah adanya penyakit jantung. Insiden serangan penyakit jantung lebih banyak dibandingkan penyakit kanker paru-paru akibat rokok.
b.        Penyakit paru
Akibat asap rokok yang masuk saluran napas menimbulkan rangsangan jalan napas, jalan napas dirangsang setiap hari dengan bahan beracun memicu timbulnya kanker paru-paru.
c.         Emphisema paru
Perokok berat menahun akan mengalami emphisema. Paru-paru akan kehilangan elastisitasnya, sehingga sulit mengeluarkan kotoran tandanya adalah sesak napas, baik pagi dan malam hari.
d.        Impotensi
Peredaran bahan nikotin menyebar keseluruh tubuh termaksud kealat reproduksi laki-laki. Pengaruhnya adalah akan mengganggu proses pembuatan sel bibit lelaki selain menyebabkan disfungsi ereksi dan akibatnya menimbulkan peristiwa impotensi (Alamsyah, 2009).

DAFTAR PUSTAKA

Anggraeni N dan Siti RI, 2011. Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja dan Dukungan Orang Tua dengan Kejadian Merokok pada Remaja Usia 13-15 tahun di SMP Negeri 1 Sampang. Jurnal ilmu Kebidanan dan Kandungan Vol. 4 (No.2)
 Alamsyah, R.M., 2009, Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebiasaan Merokok dan hubungannya dengan status Penyakit Periodontal Remaja di Kota Medan, Tesis, Univ. Sumatra Utara.
Syamsuddin, 2014. Asap Rokok dan Ruangan Ber-Ac. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis . Vol.4 (No.2): Hal 138.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Perbaikan pelayanan BPJS untuk mendukung program pelayanan kesehatan

                                        Pemerintah menambah kuota Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) yang ditanggung...